Pandangan Agama Tentang Wabah Covid-19
Agama
disini memiliki peran yang penting dalam kehidupan, karena adanya Wabah
Covid-19 yang berasal dari virus hewan seperti kekelawar dan teringgiling,
virus corona baru ini ditemukan di Wuhan, China. Namun kini telah menyebar dan
menjangkiti berbagai negara. Kata corona sendiri adalah bahasa latin untuk
mahkota.
Adanya semacam duri berbentuk
seperti mahkota di permukaan virus itu adalah alasan kenapa ia diberi nama
tersebut, menjelaskan bahwa COVID-19 merupakan keluarga besar virus dengan
gejala yang menyerupai pilek atau flu, gangguan pernafasan. Dalam beberapa kasus,
gejala virus corona bisa langsung berubah layaknya penyakit serius, seperti
radang paru-paru. Ada Beberapa masalah yang
terkait dengan covid-19 ini, Seperti bagaimana pandangan agama terkait covid-19
ini, ada pula siapa yang memicu covid-19.
Pandangan Agama Islam Terkait
Wabah Covid-19 ini apakah ada kaitanya dalam al quran jawabannya adalah terkait
seperti dalam Surah Al Baqarah Ayat 26 yang berbunyi: "Sesungguhnya
Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah
(kecil) dari itu." (QS. Al-Baqarah [2]: 26).
Penjelasannya ada dalam
tafsir Ibn Katsir dituliskan bahwa Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari
Qatadah, menurutnya, "Ketika Allah Ta'ala menyebutkan laba-laba dan lalat,
orang-orang musyrik pun bertanya, "Untuk apa laba dan lalat itu
disebut?" Lalu Allah menurunkan ayat ini (Al-Baqarah: 26).
Ibn Katsir menjelaskan bahwa
Allah tidak memandang remeh ciptaan-Nya berupa nyamuk atau lebih kecil lagi.
Itu juga berarti bahwa Allah tidak takut untuk membuat perumpamaan apa saja
baik dalam bentuk yang kecil maupun besar. Belakangan
ternyata ditemukan bahwa diameter virus corona diperkirakan mencapai 125
nanometer atau 0,125 mikrometer. Satu mikrometer sama dengan 1000 nanometer.
Kecil sekali dan tak mungkin pandangan telanjang manusia mampu melihatnya.
Sekalipun sangat kecil dan manusia yang tak mau berpikir meremehkannya, virus
ini mampu bertahan lebih dari 10 menit di permukaan, termasuk tangan.
(Hidayahtullah.com).
"Menurut saya jangan
juga di anggap kecil atau menyepelekan penyakit ini sudah jelas virus ini
berbahaya seperti contoh tafsir yang ada di atas surat al baqarah ayat 26
disana menjelakan bahwa allah itu tidak pernah menyepelekan ciptaanya hewan
kecil pun Allah tidak meremehkan ciptaannya sendiri karena setiap ciptaan yang
diciptakan oleh Allah memiliki alasan yang baik contohnya saja dengan cerita
Rasullulah yang terjebak di gua hiro saat itu binatang kecil saja menyelamatkan
rasulullah."
Terlepas dari pandangan agama
islam terhadap covid-19 ini ada pula agama lain yang berpendapat yaitu padangan
Agama Kristen (Prostestan-Katolik) Tentang Covid-19, padangan mereka lebih
menunjukan himbauan kepada seluruh umat Kristen mereka menghibau
seperti mendukung program pemerintah dalam menangani dan melawan virus corona COVID-19
dengan melakukan ibadah di rumah masing-masing. Himbauan
disampaikan Gereja-Gereja di Indonesia."Menurut pandagan saya
himbauan yang dilakukan oleh agama kristen ini sangat bagus karena mengikuti
prosedur yang ada yang dilakuakan oleh pemerintah."
Agama lain berpendapat
seperti agama hindu, mereka menanggapi wabah ini dengan mendekatakan diri
kepada tuhan mereka ya contohnya warga india yang mengatasi wabah ini dengan
mengikuti aturan-aturan di india sesuai agamanya. Terlepas dari agama lain
mereka lebih menunjukkan ketaatan mereka pada aturan yang sudah di putuskan.
Dan juga Masalahnya virus
corona ini tidak pandang agama, Populasi Muslim Hui Wuhan saja hampir 2 persen
dari total penduduk 11 juta mereka memiliki empat masjid utama di Wuhan. Ketika virus corona menyebar
secara global terlihat jelas virus corona tidak mempedulikan agama. Banyak
warga negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Iran, Indonesia, Malaysia,
Mesir, Turki dan seterusnya juga terkena. Karena hal itu terbukti virus
corona ini tidak pernah memandang dia berasal dari agama apa virus tetaplah
virus yang akan menyebar ketika tidak menghimbau kepada masyarakatnya untuk
beraktivitas dirumah saja tanpa harus berjalan-jalan keuar rumah, jika hal
penting baru lah keluar rumah.
"Menurut saya awal wabah
ini mucul di negara china yang membawanya, karena setelah wabah itu terjadi
menyebar ke beberapa negara, sebaiknya isu yang di dapat itu di cari terlebih
dahulu kebenarannya baru bisa membuat berita benar apa adanya, semua negara ini
sudah tersebar wabah tersebut, tapi kita harus mengetahui apakah benar semua
negara ini terkena atau hanya bberapa saja intinya cari
kebenarannya"
Kesimpulan,dari tulisan yang
saya buat adalah wabah Covid-19 ini tidak memandang agama dan siapapun karena
wabah ini akan terjadi dan akan masuk kedalam tubuh kita jika kita tidak
menjaga imun kita, wabah covid atau corona ini menurut pandangan bebrapa agama
itu berbeda jika di agama islam telah dituliskan bahwa akan ada suatu wabah
terjadi yang di buat untuk menguji umatnya sampai dimana mereka akan bertahan,
jika di agama kristen mereka menghibau dan mengikuti pemerintah agar covid ini
tidak semakin parah dan umat kristen juga dihumbau untuk beribadah di rumah
masing-masing dan menjaga kesehatan. Covid-19 tidak harus diremehkan karena
allah saja tidak memandang remeh ciptaannya dan juga covid ini jangan di anggap
biasa karena bisa merengut nyawa.
Saran, Sebaiknya sekarang
kita lebih menjaga lagi daya tahan tubuh kita hidup sehat dan untuk menghimbau
lebih banyak lagi korban lebih baik kita dirumah saja jika ingin keluar jika
hal penting saja, jangan lupa jaga kebersihan diri dan jaga pikiran agar tidak
setres. Jangan panik karena panik hanya akan membuat imun kita melemah dan akan
lebih cepat terkena covid-19. MULAI HIDUP SEHAT DAN SELALU BAHAGIA.
Sumber:https://www.kompasiana.com/
No comments:
Post a Comment