Monday, April 27, 2020

Covid-19 Menurut Pandangan Islam


Pandangan Agama Tentang Wabah Covid-19

Agama disini memiliki peran yang penting dalam kehidupan, karena adanya Wabah Covid-19 yang berasal dari virus hewan seperti kekelawar dan teringgiling, virus corona baru ini ditemukan di Wuhan, China. Namun kini telah menyebar dan menjangkiti berbagai negara. Kata corona sendiri adalah bahasa latin untuk mahkota. 
Adanya semacam duri berbentuk seperti mahkota di permukaan virus itu adalah alasan kenapa ia diberi nama tersebut, menjelaskan bahwa COVID-19 merupakan keluarga besar virus dengan gejala yang menyerupai pilek atau flu, gangguan pernafasan. Dalam beberapa kasus, gejala virus corona bisa langsung berubah layaknya penyakit serius, seperti radang paru-paru. Ada Beberapa masalah yang terkait dengan covid-19 ini, Seperti bagaimana pandangan agama terkait covid-19 ini, ada pula siapa yang memicu covid-19. 
Pandangan Agama Islam Terkait Wabah Covid-19 ini apakah ada kaitanya dalam al quran jawabannya adalah terkait seperti dalam Surah Al Baqarah Ayat 26  yang berbunyi: "Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah (kecil) dari itu." (QS. Al-Baqarah [2]: 26).
Penjelasannya ada dalam tafsir Ibn Katsir dituliskan bahwa Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah, menurutnya, "Ketika Allah Ta'ala menyebutkan laba-laba dan lalat, orang-orang musyrik pun bertanya, "Untuk apa laba dan lalat itu disebut?" Lalu Allah menurunkan ayat ini (Al-Baqarah: 26). 
Ibn Katsir menjelaskan bahwa Allah tidak memandang remeh ciptaan-Nya berupa nyamuk atau lebih kecil lagi. Itu juga berarti bahwa Allah tidak takut untuk membuat perumpamaan apa saja baik dalam bentuk yang kecil maupun besar.  Belakangan ternyata ditemukan bahwa diameter virus corona diperkirakan mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer. Satu mikrometer sama dengan 1000 nanometer. Kecil sekali dan tak mungkin pandangan telanjang manusia mampu melihatnya. Sekalipun sangat kecil dan manusia yang tak mau berpikir meremehkannya, virus ini mampu bertahan lebih dari 10 menit di permukaan, termasuk tangan. (Hidayahtullah.com). 
"Menurut saya jangan juga di anggap kecil atau menyepelekan penyakit ini sudah jelas virus ini berbahaya seperti contoh tafsir yang ada di atas surat al baqarah ayat 26 disana menjelakan bahwa allah itu tidak pernah menyepelekan ciptaanya hewan kecil pun Allah tidak meremehkan ciptaannya sendiri karena setiap ciptaan yang diciptakan oleh Allah memiliki alasan yang baik contohnya saja dengan cerita Rasullulah yang terjebak di gua hiro saat itu binatang kecil saja menyelamatkan rasulullah."
Terlepas dari pandangan agama islam terhadap covid-19 ini ada pula agama lain yang berpendapat yaitu padangan Agama Kristen (Prostestan-Katolik) Tentang Covid-19, padangan mereka lebih menunjukan himbauan kepada seluruh umat Kristen mereka menghibau seperti mendukung program pemerintah dalam menangani dan melawan virus corona COVID-19 dengan melakukan ibadah di rumah masing-masing. Himbauan disampaikan Gereja-Gereja di Indonesia."Menurut pandagan saya himbauan yang dilakukan oleh agama kristen ini sangat bagus karena mengikuti prosedur yang ada yang dilakuakan oleh pemerintah."
Agama lain berpendapat seperti agama hindu, mereka menanggapi wabah ini dengan mendekatakan diri kepada tuhan mereka ya contohnya warga india yang mengatasi wabah ini dengan mengikuti aturan-aturan di india sesuai agamanya. Terlepas dari agama lain mereka lebih menunjukkan ketaatan mereka pada aturan yang sudah di putuskan.
Dan juga Masalahnya virus corona ini tidak pandang agama, Populasi Muslim Hui Wuhan saja hampir 2 persen dari total penduduk 11 juta mereka memiliki empat masjid utama di Wuhan.  Ketika virus corona menyebar secara global terlihat jelas virus corona tidak mempedulikan agama. Banyak warga negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Iran, Indonesia, Malaysia, Mesir, Turki dan seterusnya juga terkena. Karena hal itu terbukti virus corona ini tidak pernah memandang dia berasal dari agama apa virus tetaplah virus yang akan menyebar ketika tidak menghimbau kepada masyarakatnya untuk beraktivitas dirumah saja tanpa harus berjalan-jalan keuar rumah, jika hal penting baru lah keluar rumah.
"Menurut saya awal wabah ini mucul di negara china yang membawanya, karena setelah wabah itu terjadi menyebar ke beberapa negara, sebaiknya isu yang di dapat itu di cari terlebih dahulu kebenarannya baru bisa membuat berita benar apa adanya, semua negara ini sudah tersebar wabah tersebut, tapi kita harus mengetahui apakah benar semua negara ini terkena atau hanya bberapa saja intinya cari kebenarannya" 
Kesimpulan,dari tulisan yang saya buat adalah wabah Covid-19 ini tidak memandang agama dan siapapun karena wabah ini akan terjadi dan akan masuk kedalam tubuh kita jika kita tidak menjaga imun kita, wabah covid atau corona ini menurut pandangan bebrapa agama itu berbeda jika di agama islam telah dituliskan bahwa akan ada suatu wabah terjadi yang di buat untuk menguji umatnya sampai dimana mereka akan bertahan, jika di agama kristen mereka menghibau dan mengikuti pemerintah agar covid ini tidak semakin parah dan umat kristen juga dihumbau untuk beribadah di rumah masing-masing dan menjaga kesehatan. Covid-19 tidak harus diremehkan karena allah saja tidak memandang remeh ciptaannya dan juga covid ini jangan di anggap biasa karena bisa merengut nyawa.
Saran, Sebaiknya sekarang kita lebih menjaga lagi daya tahan tubuh kita hidup sehat dan untuk menghimbau lebih banyak lagi korban lebih baik kita dirumah saja jika ingin keluar jika hal penting saja, jangan lupa jaga kebersihan diri dan jaga pikiran agar tidak setres. Jangan panik karena panik hanya akan membuat imun kita melemah dan akan lebih cepat terkena covid-19. MULAI HIDUP SEHAT DAN SELALU BAHAGIA.

Sumber:https://www.kompasiana.com/


Tips Mencegah Penyebaran Virus Covid-19

Virus corona: Tips terlindung dari Covid-19 dan mencegah penyebaran sesuai petunjuk WHO

Virus corona telah menyebar ke lebih 180 negara dan menyebabkan banyak perubahan besar dalam gaya hidup dan cara kita bersosialisasi.Jadi bagaimana kita sebaiknya melindungi diri dan kapan seseorang berada pada tingkat penularan tertinggi?
Bagaimana kita melindungi diri?


cuci tangan

Virus corona menyebar saat orang terinfeksi batuk dan menyebarkan percikan atau cipratan yang mengandung virus ke udara. Ini bisa terhirup masuk atau menyebabkan infeksi jika anda menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang menyentuh permukaan tempat virus jatuh.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, hal yang paling penting mencegah penularan adalah menjaga kebersihan.
  • Sering cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan gel pembersih. Langkah ini dapat membunuh virus di tangan.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, mulut. Tangan yang menyentuh banyak permukaan dapat membawa virus. Dari situ, virus masuk ke tubuh bila Anda menyentuh wajah.

Bagaimana kita ikut mencegah penyebaran?



tutup mulut saat batuk

  • Tutup mulut bila batuk dan bersin.
  • Tidak menyentuh muka dengan tangan dan hindari kotak langsung dengan orang yang terinfeksi.
  • Buang tisu bekas bersin segera. Ini untuk menghindari air liur yang mengandung virus menyebar ke orang lain
  • Orang diminta menjaga jarak paling tidak dua meter, kira-kira dua kali bentangan tangan satu sama lain.
  • Bila kita di luar, WHO mengatakan penting untuk menghindari berjabat tangan dan "menyapa dengan aman" seperti melambaikan tangan atau mengangguk.


hindari sentuh muka

Masker wajah tidak menjadi perlindungan yang ampuh, menurut para ahli kesehatan.

Saat penularan tinggi ketika orang menunjukkan gejala

Virus corona menginfeksi paru-paru. Gejala dimulai dengan demam diikuti batuk kering yang kemudian mengganggu pernapasan. Batuk berlangsung terus menerus, lebih dari satu jam, atau ada tiga atau lebih serangan batuk dalam 24 jam – terutama kalau batuknya lebih parah daripada biasanya. Rata-rata memakan waktu lima hari untuk mulai memperlihatkan gejala, kata para ilmuwan. Namun pada beberapa orang gejala bisa terlihat lebih lama lagi. WHO malah mengatakan masa inkubasi penyakit bisa berlangsung 14 hari.
Spesialis THT di Inggris juga memperhatikan ada peningkatan gejala anosmia – istilah untuk kehilangan indera penciuman. Sejumlah orang di media sosial melaporkan kehilangan indera penciuman dan perasa. Beberapa di antara yang melaporkan ini telah dites positif terinfeksi virus corona. Namun, bukti menunjukkan ini hanya terjadi sesekali. Lagipula flu biasa juga menyebabkan kehilangan indera penciuman dan perasa. Saat paling menular adalah ketika orang terinfeksi memperlihatkan gejala. Namun ada pandangan bahwa penyebaran juga terjadi bahkan sebelum tampak gejala sakit. Gejala awal sangat mudah tertukar dengan gejala pilek dan flu biasa

virus coronaSeberapa mematikan? Proporsi jumlah yang meninggal dari penyakit cukup rendah (antara 1% and 2%) – tetapi penghitungan ini tak terlalu bisa diandalkan. Ribuan yang sedang dirawat dan belum tahu bagaimana nasib mereka. Maka angka kematian bisa lebih tinggi. Namun juga bisa lebih rendah karena gejala ringan tidak dilaporkan.
Penelitian WHO terhadap 56.000 pasien menghasilkan beberapa temuan:
  • 6% sakit kritis – gagal paru-paru, infeksi parah dan gagal organ serta risiko kematianseptic shock, organ failure and risk of death
  • 14% gejala parah – kesulitan bernapas dan tersengal-sengal
  • 80% gejala ringan – demam dan batuk serta pneumonia
Orang tua dan mereka yang punya penyakit bawaan (seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi) lebih mudah memburuk kondisinya. Data dari China memperlihatkan laki-laki sedikit lebih berisiko mati akibat virus ini daripada perempuan. Perawatan mengandalkan agar tubuh pasien tetap bekerja, termasuk memberi bantuan pernapasan, sampai system kekebalan tubuh mereka bisa melawan virus. Pengembangan vaksin sedang dilakukan.
Seberapa cepat penyebarannya?


Corona

Puluhan ribu kasus baru dilaporkan di seluruh dunia setiap hari. Namun diduga lembaga kesehatan mungkin tidak mengetahui secara pasti berapa kasus yang ada. Sesudah di China, virus corona kini menyebar di banyak negara. Diperlukan waktu 67 hari dari laporan kasus pertama menuju 100.000 kasus, untuk penambahan 100.000 kasus berikutnya, dibutuhkan waktu 11 hari dan untuk 100.000 berikutnya dibutuhkan waktu empat hari saja.

Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-52127080

Sudut Pandang Fisika Tentang Makhluk Halus

 “Makhluk Halus”, Menerka Asal Mereka dari Sudut Pandang Fisika
ilustrasi (sumber: StrangeAbandonedPlaces.com)
Salah satu adik saya pernah bercerita kalau dulu pernah melihat sosok pocong yang berdiri di depan sebuah rumah kosong. Ceritanya waktu itu menjelang maghrib, adik saya membonceng saudara sepupu kami naik sepeda motor. Mereka berkeliling desa naik motor dan tiba-tiba saja matahari sudah turun. Tempat tinggal saudara sepupu kami adalah sebuah desa di sebuah perbukitan yang penuh dengan pepohonan tinggi. Karena banyak pepohonan, suasana desa teduh cenderung temaram terlindung dari terpaan sinar matahari. Kelembaban udaranya rasanya cukup tinggi, mungkin 90an persen.
Oleh karena itu, lumut tumbuh subur di sejumlah dinding rumah warga. Ada rumah yang lama roboh dan tidak dibangun kembali, puing-puingnya juga dipenuhi dengan lumut. Jalan desa waktu itu jalan tanah tetapi cukup kuat digilas ban sepeda motor. Sekarang jalan desa sudah berubah, sudah dipasang batu paving atau dicor, saya kurang ingat pasti. Kalau di desa, kadang celah antara dua rumah bisa menjadi jalan pintas. Karena sepupu kami sudah lama tinggal di desa tersebut. Jadi ia hafal jalan-jalan, termasuk jalan-jalan kecil di desanya.  
Ketika mereka pulang dari berkeliling desa di suatu senja, mereka melewati jalan dimana terdapat sebuah rumah kosong yang gelap. Adik saya yang duduk di jok belakang melihat sesuatu di bagian depan sebuah rumah kosong itu: sesosok pocong sedang berdiri diam. Sontak ia ketakutan dan meminta sepupu kami mempercepat laju sepeda motor. Karena kaget yang bercampur takut, adik saya tidak bisa melihat bagian wajah pocong dengan jelas. Apalagi waktu itu senja telah datang. Ngeri juga ketika ia menceritakan pengalamannya, membuat bulu kuduk berdiri.
***
Pada sebuah kesempatan, saya bertemu dengan salah seorang kerabat. Kami mengobrol tentang banyak hal. Entah bagaimana awalnya, obrolan kami yang tadinya berawal dari dunia musik dan film jadi merembet ke topik tentang "alam makhluk halus". Tetapi kami tidak melihat dari sudut pandang mistik. Ia pernah tercebur di dunia fisika murni, dimana salah satu wawasan yang ia serap adalah tentang dunia yang memiliki lapisan-lapisan yang disebut dimensi. Ada dimensi nol, dimensi pertama, dimensi kedua, ketiga dan seterusnya hingga dimensi kesembilan.
Dimensi nol adalah sebuah titik. Dimensi pertama adalah kumpulan titik yang bisa kita sebut garis. Dimensi kedua adalah bidang. Dimensi ketiga konsepnya adalah panjang, lebar dan tinggi yang disebut ruang. Dimensi ini adalah dunia kita. Dimensi keempat adalah dunia dimensi ketiga ditambah waktu, dan seterusnya. Setiap tingkatan dimensi adalah adalah gabungan "spesifikasi" dimensi-dimensi di bawahnya ditambah "spesifikasi khusus" setiap tingkatan dimensi. Bila berbicara tentang keluasan dunia, dimensi keempat lebih luas dari pada dimensi ketiga, juga dimensi kelima lebih luas dari pada dimensi keempat, dan seterusnya.
Setelah dimensi kesembilan, yang merupakan dimensi puncak adalah tempat dimana sang penguasa dimensi-dimensi bersemayam. Pembicaraan kami pun terkait ke ranah religi, dimana dugaan yang terlontar di benak saya adalah bahwa itu adalah alam Tuhan, sang penguasa segalanya: titik, garis, bidang, ruang, waktu, materi, energi... Saya jadi ingat dulu pernah membaca sebuah artikel tentang multiverse atau multiple universe yang secara sederhana diartikan sebagai kumpulan universe, kumpulan alam semesta atau dunia. Jadi Bumi yang kita tinggali ini sebenarnya ibarat sebutir debu dari hamparan alam semesta multiverse yang luar biasa besarnya.
Pemikiran sederhana saya menerawang, dalam konteks dimensi dimana semakin tinggi tingkat dimensi, maka alam semestanya semakin luas, maka bagaimana jika itu digabungkan dengan pemahaman dunia multiverse? Luas alam semesta ini pasti tak terkira. mungkin tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia.   Setelah pembicaraan itu, saya merenung bahwa kehidupan kita di dunia yang kecil ini hanyalah terbatas pada realita fisik. Dalam dimensi ketiga, setiap benda terekspos secara fisikal. Kita melihat makhluk hidup maupun benda-benda lainnya dan dapat kita rasakan dengan panca indera kita. Dunia dimensi keempat dan seterusnya berada di luar jangkauan manusia.
Tetapi mungkin saja pada saatnya nanti manusia bisa melintasinya. Kalau itu memungkinkan, bagaimana kira-kira konsep melintasi dimensi-dimensi itu? Kalau menurut kerabat saya, mekanika kuantum mungkin bisa mengungkap semua ini. Iseng-iseng saya menelusurinya di internet. Albert Einstein bersama Boris Podolsky dan Nathan Rose pernah menulis makalah tentang "Einstein - Podolsky - Rose Paradox" atau "EPR Paradox" yang memaparkan tentang mekanika kuantum, termasuk adanya wormholes atau lubang cacing untuk melintasi alam satu ke alam lainnya. Sejauh ini itu masih berupa teori, sebagaimana teori M tentang multiverse atau teori string. Tetapi pikiran liar saya malah memandang peristiwa kematian sebagai suatu jalan untuk melintasi ruang dan waktu, materi dan energi, dan seterusnya. Religi mengatakan bahwa semua yang mati akan kembali ke alam Sang Pencipta. Saya memandang bahwa kematian adalah layu jasad semata, tetapi tidak bagi jiwa. Jiwa akan melanglang melintas dunia baru, entah bersemayam di sana dengan jasad baru atau hanya sebentuk cahaya yang melayang-layang bersama debu?
***
Alam memang agung sekaligus misterius. Kata orang pintar, ada alam lain di luar alam manusia. Itulah yang disebut dengan alam "makhluk halus" atau alam lelembut. Alam itu eksis dan berdampingan dengan alam fisik dimensi ketiga yang kita diami sekarang ini. Kata orang pintar, perlu indera keenam untuk merasakan eksistensi dunia lain itu. Tidak semua orang bisa melihatnya, kecuali mereka yang diberkahi atau gifted. Sayangnya, realita dunia tersebut juga tidak dapat dibuktikan eksistensinya. Kesaksian seseorang tentang alam lain hampir pasti akan diragukan, bahkan mungkin dianggap sebagai halusinasi.
Kerabat saya itu juga bercerita tentang seseorang yang punya kemampuan "membuka penglihatan" manusia. Seorang kawannya pernah dibukakan "penglihatannya" dan ia tercengang dengan apa yang ia lihat. Sebuah alam yang sangat luas seakan tak berbatas. Sayangnya sang kawan tidak bisa berkata-kata tentang apa yang ia lihat. Menurut kerabat saya, mungkin kawannya diliputi rasa takjub yang luar biasa. Tetapi menurut saya, itu bukan rasa takjub melainkan karena ia tidak mampu menjelaskannya atau meninterpretasikannya dari sudut pandang manusia.
Kita sebagai manusia sudah memiliki interpretasi tentang kehidupan yang terbentuk sedari kecil. Kita melihat wujud manusia lain, binatang, tumbuhan, barang-barang adalah seperti itu. Nah, ketika melihat alam dimensi lain itu, ia tidak mampu menjelaskan apa yang ia lihat dengan sudut pandang duniawi. Makanya ia tidak dapat berkata-kata.   Saya jadi ingat dengan salah seorang sepupu saya yang bercerita tentang seorang ahli pijat tradisional yang memiliki kemampuan serupa. Dengan pijatan di titik tertentu di bagian tubuh, ia bisa membuat pasiennya melihat alam "makhluk halus". Wah, bila saya salah satu kliennya, saya akan bilang "tidak, terima kasih".
Kalau kita mengacu pada konsep dimensi dalam fisika, entah bangsa lelembut ini berada di dimensi keberapa. Tetapi, kalau "makhluk halus" itu memang eksis, mereka pasti hidup di dimensi yang lebih tinggi dari pada dimensi kita saat ini. Menurut saya, karena mereka sudah menguasai ruang dan waktu, maka mereka punya kemampuan melintasi dimensi --dimensi di bawahnya. Mereka bisa menampakkan diri di depan makhluk hidup di dimensi di bawahnya, dengan bentuk yang hanya bisa diinterpretasikan oleh makhluk hidup di dimensi yang mereka tuju.
Karena manusia memiliki interpretasi terhadap semua hal yang tertanam di otaknya berdasarkan pengalamannya, maka manusia memiliki reaksi spontan ketika berjumpa dengan sosok dari dimensi lain ini. Medulla oblongata, bagian otak yang mengontrol sebagian besar aktivitas fisik manusia pun seketika terdisrupsi. Ketika melihat penampakan "makhluk halus", manusia sering berteriak, detak jantung semakin cepat, nafas tersengal-sengal, tubuh berkeringat dan sebagainya. Ada yang bisa lari menjauh dari lokasi penampakan, ada juga yang kakinya 
Contoh ketika adik saya melihat pocong, ia mendesak sepupu kami untuk memacu motornya cepat-cepat. Waktu itu tekanan darahnya pasti meningkat, nafasnya juga pasti tersengal-sengal. Reaksinya mungkin sama ketika kita menonton trailer film "The Nun" dalam format VR video 360 derajat menggunakan kacamata VR. Para "makhluk halus" ini menunjukkan wujudnya dalam bentuk yang dapat diinterpretasi oleh manusia. Namun, lebih jauh, pertanyaan berikutnya adalah mengapa mereka meneror manusia dengan aktivitas penampakannya? So annoying begitu loh.. Tetapi saya atau kita semua pasti tidak membutuhkan jawaban. karena kalau sampai ada yang menjawab, kita semua pasti akan berteriak histeris dan berlari sejauh mungkin. Hiii.. takuttt...
Tetapi di sisi lain, penampakan "makhluk halus" itu menjadi komoditas manusia untuk mendapatkan keuntungan finansial. Apakah itu? Yup betul, bisnis hiburan. Termasuk dalam bisnis ini misalnya film horor, rumah hantu di  taman hiburan, acara televisi yang menguji keberanian, wisata horor dan sebagainya. Ngeri-ngeri sedap, begitu kata almarhum salah satu politisi terkenal, sepertinya cocok dikaitkan dengan bisnis hiburan yang mengeksploitasi "makhluk halus". Bisnis ini mengeksploitasi "makhluk halus" yang merangsang kengerian demi fulus yang sedap. (Apaan sih?) Selamat bekerja.. :)
Sumber:https://www.kompasiana.com/gatot_tri/5de6046ed541df0d480426c2/makhluk-halus-menerka-asal-mereka-dari-sudut-pandang-fisika lemas tiada daya untuk lari

Sunday, April 26, 2020

Dampak Nasi Basi Dengan Teori Fisika

Nasi Basi Sesuai Dengan Teori Fisika
 ditulis:widya wiyanti

      (Foto: FB Prof Mikrajuddin Abdullah)


                                   - Viral teori fisika tentang nasi basi yang setelah matang di rice cooker tidak diaduk membuat kita bertanya-tanya, apakah nasi basi bisa menyebabkan keracunan?
Dikutip dari ABC, nasi basi bisa jadi mengandung Bacillus cereus, yaitu organisme yang dikenal mengontaminasi nasi yang dapat membuat keracunan.
Seorang ahli mikrobiologi, Cathy Moir mengatakan bahwa bakteri ini menghasilkan racun yang dapat merusak sistem tubuh manusia, gejala paling ringan adalah muntah setelah makan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut.
Selain bakteri, spora juga bisa tumbuh saat proses memasak nasi. Biasanya spora ini sudah tumbuh terlebih dahulu saat masih dalam bentuk beras. Dan spora tidak mati dengan suhu tinggi.


Dengan cara mencuci beras dan memasak yang benar, bakteri Bacillus cereus dan spora tidak akan menjadi ancaman. Namun jika dalam kondisi lembab, bakteri ini mudah sekali tumbuh dan berkembang. Proses pendinginan juga tidak berfungsi membunuh bakteri ini.

Moir pun membagikan tips untuk menjaga nasi tetap dalam keadaan baik dan terhindar dari kontaminasi Bacillus cereus:

- Jaga nasi tetap hangat pada suhu sekitar 60 derajat celcius dan didinginkan di bawah 5 derajat celcius.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan nasi serta sebelum makan.
- Masak nasi dengan benar.
- Jaga dapur dan perlatan masak, seperti panci dan rice cooker.





sumber:https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4200618/sampai-dijelaskan-pakai-teori-fisika-nasi-basi-dampaknya-apa-sih?_ga=2.221114840.1112490966.1587914115-211224352.1587914115


Biodata Saya

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Hai teman-teman, bagaimana kabar kalian semua? alhamdulillah baik-baik saja bukan? semoga kita selalu mendapat perlindungan dari ALLAH SWT.

 Saya akan memposting postingan perdana saya tentang biodata saya : Nama lengkap saya Lathifatun Nafisah, dulu sebelum kuliah dipanggil lathif, karena sekarang dikampus ada juga yang namanya lathif tapi, dia cowok. Saya kadang dipanggil lathifa atau ivha.Temapat tanggal lahir saya, di Madiun tepatnya di kecamatan kebonsari, pada tanggal 14 Agustus tepat hari pramuka tahun 2000. Saya asli dari Madiun, kedua orang tua saya juga asli Madiun. Sekarang saya melanjutkan belajar di perguruan tinggi di Surabaya biasa disingkat UNESA. Universitas Negeri Surabaya, saya mulai kuliah di UNESA pada tahun 2019, saya mengambil fakultas FMIPA, jurusan Fisika, Prodi S1 Pendidikan Fisika, saya sekarang berada dikelas PFB 2019 dan NIM 19030184087. Saya sekarang semester 2 Blog ini saya buat untuk emenuhi tugas matkul Literasi Digital, juga agar menambah wawasan dan pengalaman mengenai dunia kemajuan teknologi dan dunia Blogspot. Cukup sekian biodata tentang diri saya, semoga teman-teman dapat mengambil informasi dan manfaat untuk kedepannya sekian dan terimakasih.
Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh